Yayasan Daarul Jannah
Sekolah Islam Plus Daarul Jannah
Cibinong, Bogor
Logo Yayasan Daarul Jannah
Pendidikan Inklusif
Inclusive Educational Center (IEC) · SD–SMP
Sejak 2011

Pendidikan yang
ramah untuk semua.

Sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, Sekolah Islam Plus Daarul Jannah melalui Inclusive Educational Center (IEC) berupaya meningkatkan mutu dan layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus di jenjang SD dan SMP secara optimal — dengan program akademik dan non-akademik yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan setiap siswa.

Belajar Bersama di KelasBelajar Bersama di Kelas
Pendampingan Pull OutPendampingan Pull Out
Bina DiriBina Diri
Outing ClassOuting Class
2011
Layanan inklusif dibuka
SD·SMP
Satu IEC lintas jenjang
10–20 jam
Pull out per siswa per pekan
3 lapis
Dokumentasi: harian, triwulan, semester
Karakteristik

Empat makna sekolah yang ramah untuk semua.

SIP Daarul Jannah mengedepankan makna karakteristik sebagai sekolah penyelenggara layanan pendidikan inklusif — empat komitmen yang menuntun cara kami merespons keragaman setiap anak.

Proses Berkelanjutan

Merespons keragaman anak

Proses yang berjalan terus-menerus dalam usahanya menemukan cara-cara terbaik merespons keragaman individu setiap anak.

Hambatan Belajar

Mengatasi hambatan belajar

Mencari cara terbaik untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi anak dalam belajar.

Partisipasi

Hadir, berpartisipasi, bermakna

Memberikan kesempatan kepada anak untuk hadir di sekolah, berpartisipasi, dan mendapatkan hasil belajar yang bermakna dalam hidupnya.

Kesetaraan

Kesempatan yang sama

Kesempatan yang sama bagi anak-anak yang tergolong marginal, eksklusif, dan membutuhkan layanan pendidikan khusus dalam belajar.

Keunggulan Layanan

Keseriusan kami dalam program inklusi.

Kurikulum program inklusif tidak mengejar target akademik yang kaku — tujuan utamanya adalah kemandirian siswa. Tim dan fasilitas khusus memastikan setiap anak berkembang sesuai potensinya.

Tim Khusus

Tim pengajar khusus

Tersedia tim guru program inklusif yang berdedikasi — wujud keseriusan sekolah dalam menyelenggarakan layanan pendidikan inklusif.

Ruang Khusus

Ruang khusus inklusi

Ruangan khusus inklusi yang mengakomodasi karakter dan kebutuhan siswa untuk pembelajaran pull out dan bina diri.

Kemandirian

Kurikulum berorientasi kemandirian

Kurikulum tanpa target akademik yang kaku — tujuan utamanya adalah kemandirian, dengan program yang dirancang individual sesuai kemampuan tiap siswa.

Kemasyarakatan

Edukasi kemasyarakatan

IEC terbuka melayani edukasi kemasyarakatan — seperti penelitian mahasiswa dan kunjungan belajar dari sekolah lain.

Program Layanan

Tujuh program, dari asesmen hingga home visit.

Berbagai program kegiatan akademik dan non-akademik — di sekolah maupun di luar sekolah — disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan siswa.

01
Asesmen

Observasi dan Asesmen

  • Dilakukan oleh guru kelas, guru program inklusif, dan/atau guru mata pelajaran untuk mencari, menggali, dan menemukenali karakteristik siswa.
  • Dilaksanakan pada proses SPMB dan/atau awal periode masuk (1–2 minggu pertama).
  • Dapat berlanjut sepanjang semester, disesuaikan dengan kebutuhan, tujuan, dan proses KBM yang berlangsung.
02
Kurikulum

Bedah Kurikulum & Program Individual

  • Berdasarkan hasil observasi dan asesmen, dilakukan bedah kurikulum untuk merancang program-program yang dibutuhkan siswa.
  • Program dituangkan sebagai Program Pembelajaran Individual (PPI) — acuan dasar dalam mengembangkan potensi siswa program inklusif.
03
Pembelajaran

Pull Out — one-on-one

  • Pembelajaran one-on-one (satu guru satu siswa) dan/atau small class (satu guru 2–3 siswa) untuk melatih sisi akademik dan non-akademik sesuai kemampuan masing-masing.
  • Dilaksanakan pada jam pelajaran tertentu di ruang khusus dan/atau lingkungan sekolah yang mengakomodasi karakter serta kebutuhan siswa.
  • Porsi 10–14 jam/siswa/minggu di SD dan 16–20 jam/siswa/minggu di SMP, sesuai kebutuhan dan karakteristik.
  • Dapat berlangsung di sekolah (luring), di rumah (daring), atau dengan metode on–in pada kondisi khusus: in — siswa datang belajar di sekolah; on — guru/shadow ke rumah siswa. Jadwal disusun bersama saat bedah kurikulum dan pembuatan PPI, dengan persetujuan orang tua dan mengikuti SOP yang berlaku.
04
Luar Kelas

Outing Class

Pembelajaran di dalam dan/atau di luar kelas untuk menambah pengetahuan, keterampilan, kebersamaan, rasa percaya diri, dan kemampuan bersosialisasi siswa.

  • Berenang
  • Cooking and Selling
  • Class Meeting & Market Day
  • Etika Berbelanja
  • Etika Bertamu
  • Kunjungan / Outbound
  • Naik Kendaraan Umum
  • Perkebunan & Perikanan
  • Jelajah Alam
  • Pekan Kreativitas
  • Lomba & Pentas Seni
05
Bina Diri

Program Bina Diri

Melatih sisi afektif, motorik, dan keagamaan siswa. Pada waktu tertentu dilaksanakan bersama-sama dengan siswa program inklusif lainnya agar tercipta pembiasaan. Dikerjakan di sekolah pada jam pull out dan/atau di rumah dalam bentuk program mingguan maupun program akhir tahun pengisi libur sekolah.

  • Motorik
  • Keahlian & Keterampilan
  • Ibadah
  • Penguatan PPK
  • Sosialisasi & Pembiasaan
06
Penunjang

Ekskul & Bimbel Inklusif

  • Ekskul program inklusif menunjang sisi vokasional siswa — calis (baca-tulis), art and craft, serta komputer — agar siswa lebih terarah dalam meningkatkan kemandirian dan keterampilan sebagai bekal di kemudian hari.
  • Bimbel program inklusif dikhususkan bagi siswa kelas 6 dan 9 sebagai persiapan mengikuti ujian sekolah, asesmen nasional, dan/atau tes kemampuan akademik.
  • Pada kondisi khusus sesuai kebijakan dinas pendidikan setempat, kegiatan dilakukan dengan metode in dan on atas persetujuan orang tua.
07
Kolaborasi Orang Tua

Home Visit

  • Wali kelas, guru semang, koordinator, dan/atau shadow (guru pendamping) berkunjung ke rumah siswa.
  • Mendiskusikan progres siswa selama di sekolah serta perilaku dan pembiasaan yang ada di rumah.
  • Membahas prospek kelanjutan pendidikan siswa — terutama bagi siswa kelas 6 dan 9.
Dokumentasi & Laporan

Terdokumentasi harian hingga semester.

Perkembangan siswa dipantau terus-menerus: pendekatan yang berhasil dipertahankan, yang belum ditinjau kembali — baik materi, pendekatan, metode, maupun media — agar perkembangan setiap siswa lebih optimal.

1

Harian — Evaluasi Pull Out. Jurnal harian berisi mata pelajaran/materi yang diajarkan, metode yang digunakan sesuai karakteristik siswa, serta evaluasi penguasaan materi dan perilaku siswa selama proses belajar berlangsung.

2

Per 3 bulan — Laporan Perkembangan. Pemantauan kemajuan belajar secara berkesinambungan, dilaporkan dalam bentuk narasi oleh guru pull out setiap tiga bulan.

3

Per semester — PPI. Program tertulis yang dirancang individual dan disusun tiap semester — menekankan potensi siswa, bukan ketidakmampuannya. Memuat performa yang dikembangkan, kompetensi yang diharapkan, metode, tempat/waktu, penanggung jawab, dan media/alat bantu. Hasil diskusi tim: guru kelas/semang, guru pull out, sie kurikulum, koordinator IEC, orang tua, shadow, dan/atau psikolog bila diperlukan.

Galeri

Momen di program inklusif.

Sesi Pull OutSesi Pull Out
Cooking and SellingCooking and Selling
Market DayMarket Day
Latihan IbadahLatihan Ibadah
Jelajah AlamJelajah Alam
Pentas SeniPentas Seni
Kuota Inklusi · 2027 / 2028

Ketersediaan kursi program inklusif.

Setiap jenjang menyediakan kuota khusus bagi siswa berkebutuhan khusus — terpisah dari kuota reguler. Data diperbarui setiap hari kerja.

SDIP Daarul Jannah
Kelas 1–6

SDIP Daarul Jannah

Kuota Inklusi Dibuka
0 /4
kursi inklusi terisi · 4 tersisa
SMPIP Daarul Jannah
Kelas 7–9

SMPIP Daarul Jannah

Kuota Inklusi Dibuka
0 /4
kursi inklusi terisi · 4 tersisa · Putri 0/2 · Putra 0/2
Pendidikan yang ramah untuk semua

Mari tumbuh
bersama IEC.

Observasi dan asesmen calon siswa dimulai sejak proses SPMB. Kami juga menyambut orang tua yang ingin berkonsultasi, mahasiswa yang melakukan penelitian, dan sekolah lain yang ingin berkunjung untuk belajar bersama.

Hubungi Kami